Inilah Dampak Kekurangan Vitamin D pada Anak

Penyakit rakhitis, kekurangan vitamin DVitamin D yang dikenal dengan kalsiferol sangat banyak manfaatnya untuk kesehatan kita. Vitamin ini sangat berperan penting dalam pembentukkan struktur tulang dan gigi. Oleh karena itu anak-anak yang masih dalam tahap perkembangan tulang dan gigi mereka sangat penting akan vitamin ini.

Anak-anak yang kekurangan vitamin D sangat rentan terhadap penyakit rakhitis. Penyakit rakhitis adalah penyakit yang berhubungan dengan pelunakan tulang pada anak-anak yang berpotensi kelainan bentuk tulang (pembengkokan tulang) atau patah tulang pada anak. Penderita penyakit rakhitis ini masih didominasi oleh negara-negara berkembang.

Kekurangan Vitamin D juga dapat terjadi pada orang dewasa sehingga rentan terhadap penyakit Osteomalasia yaitu pelunakan tulang yang kondisinya hapir sama dengan penyakit rakhitis pada anak-anak. Pada orang dewasa, osteolamasia ditandai dengan gejala nyeri tubuh, kelemahan pada otot, serta tulang yang rapuh.

Orang-orang yang beresiko tinggi mengembangkan rakhitis ini umumnya terjadi pada bayi menyusui yang ibunya tidak terkena sinar matahari dan bayi yang memiliki ras kulit hitam. Selain itu penyakit ini juga sering menyerang pada individu yang mengkonsumsi susu namun intoleran terhadap laktosa.

READ:  Manfaat Kalsium pada Pertumbuhan Anak

Bayi yang pada usia 6 bulan sampai 24 bulan berada pada risiko tertinggi terhadap penyakit ini karena perkembangan tulang mereka berkembang sangat pesat. Konsekuensi jangka panjang dapat menyebabkan pembengkokan tulang secara permanen atau pengrusakan tulang dalam jangka panjang.

Peranan Vitamin D ini sendiri diperlukan untuk penyerapan kalsium pada usus. Pada kondisi tubuh yang kekurangan vitamin D ini menyebabkan kalsium tidak terserap dengan baik yang dapat mengakibatkan hipokalsemia (kadar kalsium dalam darah yang rendah), cacat tulang dan gigi dan gejala neuromuskuler (gangguan saraf yang berhubungan dengan otot). Selain itu kekurangan kadar kalsium juga dapat mengembangkan penyakit hyperexcitability.

Fungsi lain dari vitamin D adalah untuk meningkatkan sistem imun tubuh untuk menangkal berbagai jenis penyakit yang akan menyerang tubuh kita.

READ:  Tips Meningkatkan Memori Anak Dalam Jangka Panjang

Sumber utama vitamin D
Sumber utama vitamin D banyak ditemukan pada margarin, susu dan beberapa jenis ikan laut seperti ikan tuna dan salmon. Pada buah-buhan kita bisa mengkonsumsi sayuran hijau, brokoli dan tomat dan suplemen vitamin D.

Sumber lainnya bisa kita dapatkan pada sinar matahari pagi. Jika anak-anak dapat menghabiskan waktu mereka 20 sampai 30 menit di bawah sinar matahari, pada kulit mereka bisa memproduksi  hingga 40% IU dari kebutuhan harian tubuh, sementara kebutuhan harian diperlukan sekitar  400 IU.

Meskipun fungsi vitamin D ini sangat penting untuk tubuh, tapi overdosis vitamin D ini juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Efek samping dari overdosis vitamin D dapat menyebabkan sakit kepala, mual, kelelahan, nyeri tulang, tekanan darah tinggi dll.

READ:  Vitamin dan Mineral untuk Menurunkan Berat Badan

Vitamin D atau kalsiferol ini sangat berperan penting pada pertumbuhan tulang dan gigi anak. Kekurangan vitamin D dapat menimbulkan penyakit rakhitis pada anak dan osteolamasia pada orang dewasa. Jadi bagi anda yang sedang menyusui, lindungi bayi anda dari penyakit rakhitis dengan mencukupi nutrisi anda secara seimbang, utamanya vitamin D. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kita utamanya bagi penderita rakhitis dan osteolamasia.