Loading...

6 Cara Mengatasi Siklus Haid yang Tidak Teratur

6 Cara Mengatasi Siklus Haid yang Tidak TeraturAmenore adalah istilah medis untuk gangguan siklus haid. Amenore ini sendiri dibagi menjadi dua jenis yaitu amenore primer dan amenore sekunder.

Amenore primer adalah gangguan haid dimana penderitanya tidak mendapat haid sama sekali (terhitung sejak usia sekitar 16 tahun). Sementara amenore sekunder sendiri merupakan gangguan siklus haid dimana wanita tidak mendapatkan haid selama 3 periode berturut-turut atau tidak haid selama 6 bulan tidak haid sejak terakhir mendapatkan menstruasi.

Gangguan siklus haid ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor baik faktor internal maupun eksternal seperti pengaruh pil KB atau sedang mendapatkan suntikan hormone, obesitas, lemak tubuh sangat rendah, depresi, penurunan berat badan secara drastis, tumor hipofisis, obat kemoterapi untuk kanker.

Loading...

Penyebab lainnya juga bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti sedang mengkonsumsi obat untuk skizofrenia atau psikosis, terlalu aktifnya kelenjar tiroid, Sindrom ovarium polikistik ataupun mengalami penurunan fungsi ovarium, anorexia, penyakit jantung gizi buruk dsb.

Tapi apapun penyebabnya masalah Amenore (gangguan siklus haid) ini, sebaiknya harus segera dirawat jika anda masih berkeinginan untuk merencenakan kehamilan anda.

Selain pengobatan medis, siklus haid yang tidak teratur juga bisa diatasi dengan beberapa cara alami diirumah seperti:

1. Penigkatan asupan zat besi
Defisiensi zat besi dalam tubuh sering menyebabkan gangguan siklus haid. Zat besi merupakan bagian penting dari darah dan juga dibutuhkan oleh tubuh untuk memproduksi darah.

Kurangnya zat besi dalam tubuh juga menyebabkan anemia yang ditandai dengan rendahnya kadar sel darah merah yang pada akhirnya tidak memungkinkan untuk memiliki periode yang teratur.

Untuk meningkatkan produksi darah dalam tubuh perlu untuk meningkatkan asupan makanan kaya zat besi dalam diet harian anda.

Sayuran berdaun hijau seperti bayam, brokoli, lobak hijau dan peterseli merupakan sumber zat besi yang sangat baik. Tapi sebelum mengambil diet zat besi ini terlebih dahulu untuk memeriksakan kadar zat besi dalam tubuh anda.

2. Menjaga berat badan
Wanita yang menderita obesitas lebih rentan untuk mengembangkan amenore daripada wanita yang memiliki berat badan yang ideal.

Namun, penurunan berat badan harus dilakukan dengan cara yang sehat , diet yang berlebihan juga bisa menimbulkan masalah untuk kesehatan anda.

3. Nutrisi yang cukup
Gizi buruk seringkali menjadi penyebab amenore dan dalam rangka untuk mencegah atau mengatasi kejadian amenore tersebut tersebut sebaiknya menerapkan diet yang simbang dan menyehatkan.

Makanan seperti sayuran, buah-buahan, sereal, telu , ikan, daging tanpa lemak , kacang-kacangan dan biji-bijian akan memberikan semua nutrisi yang dibutuhkan untuk mengatifkan fungsi organ-organ tubuh kita.

4. Relaksasi
Stres dan ketegangan mental dapat mengakibatkan amenore. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengambil waktu untuk relaksasi dan melakukan beberapa latihan pernapasan dan meditasi. Hal ini membawa perasaan yang tenang dan membantu dalam merilekskan tubuh dan pikiran anda.

5. Hindari berolahraga lebihan
Berolahraga secara teratur dapat menyehatkan tubuhtetapi jika dilakukan secara berlebihan dapat menyebabkan amenore. Jadi dengan membatasi sesi latihan untuk 15-30 menit sehari dan tidak bekerja hingga mengalami kelelahan yang berlebihan adalah cara terbaik untuk mengelola siklus haid anda.

6. Blue cohosh
Kandungan blue cohosh seperti fitokimia dapat menginduksi menstruasi dengan merangsang kontraksi serta merangsang aliran darah ke panggul.

Anda bisa menemukan blue cohosh ini dalam bentuk pil dan minuman supplement ditoko jamu atau toko obat tradisional lainnya disekitar anda.

Siklus haid yang terhenti sering diistilahkan dengan Amenore. Penyebabnya sangat banyak dan menyebabkan seseorang susah untuk hamil. Untungnya gangguan haid ini bisa diatasi dengan beberapa tips diatas. Selamat mencoba.

6 Cara Mengatasi Siklus Haid yang Tidak Teratur | Tim Redaksi | 4.5